Jumat, 29 Maret 2019

Kewirausahaan Islami Pertemuan ke-3

Etika Moral Dalam Berbisnis

=> Evidence / bukti


  • Keberadaan penjualan tanpa pengawasan
  • Dijual bebas dan dijangkau oleh siapa saja
  • Produk dijual bebas (amorale)
=> Theories and concepts:


  • "Islamic Economyc system - islamic enterpreneurship should operate within the domain of islamic economic system and act as the vehicle towards global acceptance of islamic economic system."
  • Sistem Ekonomi Islam - kewirausahaan Islam harus beroperasi dalam domain sistem ekonomi Islam dan bertindak sebagai kendaraan menuju penerimaan global sistem ekonomi Islam

"Enterpreneurial Ethick based on exemplary conducts of prophet muhammad (PBUH)" atau "Etika Wirausaha berdasarkan perilaku teladan nabi Muhammad (SAW)".

=> Adapun konsep keberkahan atau kebaikan dalam pandangan islam yaitu sebagai berikut;



  • Birr (righteousness / kebajikan)
  • Qist (equity / keadilan)
  • Taqwa (piety / kesalehan)
  • Haqq (truth and right / kebenaran)
  • Ma'ruf (known and approved / dikenal dan dipercaya)
  • 'Adl (equilibrium and justice / keseimbangan dan keadilan)
  • Khayr (goodness / kebaikan)
=> Formula sukses dari Al-Qur'an:


  • Halal = Sesuai ketentuan Allah
  • Qanaah = Merasa cukup dengan apa yang ada
  • Taufiq = Merasa dirahmati dengan semua proposi yang dikehendakinya.
  • Saadah = Kebahagiaan spiritual
  • Jannah = Kehidupan apa yang kita inginkan setelahnya.

=> Karakteristik Pengusaha Muslim:


  • Taqwa sebagai kerangka kerja
  • Halal sebagai prioritas utama
  • Tidak boros
  • Menyembah kepada Allah adalah prioritas
  • Berlatih nilai-nilai moral tinggi
  • Dapat dipercaya
  • Kepedulian terhadap kesejahteraan
  • Berpengetahuan luas
  • Peduli terhadap masyarakat dan lingkungan.


Jumat, 22 Maret 2019

Kewirausahaan islami Pertemuan ke-2

Apa itu Kewirausahaan Islami?


A. Pengertian Kewirausahaan Islami
    
   
Kewirausahaan islami adalah suatu proses kegiatan usaha sendiri atau kegiatan membuka usaha sendiri dengan cara memberikan nilai tambah (value added) terhadap barang/jasa untuk dijual atau ditawarkan kepada orang lain sehingga menghasilkan profit (keuntungan).

   Berwirausaha berarti melakukan aktifitas kerja keras, dalam konsep islam kerja keras haruslah dilandasi dengan iman. Bekerja dengan berlandaskan iman mengandung makna bahwa bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup denga senatiasa mengingat dan mengharap ridha Allah SWT dan dalam nilai sebagai ibadah. Banyak sekali dalam tuntutan dalam Al-Quran dan Hadist yang mendorong seorang muslim untuk bekerja.
 

B. Dalam Ensiklopedia Al-Qur'an

    Dalam esiklopedia al-quran dikemukakan bahwa istilah yang relevan dengan usaha/etoskerja adalah kata kunci "rizq". Dengan segala perubahan kata atau tafsirnya, istilah itu dalam al-quran disebut sebanyak 112 kali dalam 41 surat. 
  • Disebutkan dalam Q.S An Nuur: 37 yang artinya :
"Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang."
 Dari ayat diatas artinya 
 Allah menganjurkan optimisme manusia terhadap rizqi Allah. 
  • Dan disebutkan dalam QS. Al-Jummuah 10 yang artinya :
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”
 Hal tersebut dapat dikatakan perintah agar manusia bertebaran dimuka bumi untuk mencari rezeki dari Allah. dan untuk mencari rejeki tersebut dapat mencontoh dari sifat-sifa
t rasulullah.


C. Berikut hadist-hadist yang mendukung kewirausahaan islami

  • "Pedagang yang jujur dan terpercaya akan dibangkitkan bersama para nabi, orang-orang shiddiq dan para shuhada." (HR. Tarmidzi no.1209)
  • "Sebaik-baiknya pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.  (Hadits riwayat al-Bazzar dan dishahihkan oleh al-Hakimrahimahumallah)

  • "Ada tiga golongan, yang tidak akan Allah ajak bicara pada hari kiamat, tidak akan Allah lihat, dan tidak akan Allah sucikan, serta baginya adzab yang pedih. Rasulullah mengulang sebanyak tiga kali. Abu Dzar bertanya: Siapa mereka wahai Rasulullah? Sabda beliau: Al musbil (lelaki yang menjulurkan pakaiannya melebihi mata kaki, al mannaan (orang yang suka menyebut-nyebut sedekah pemberian), dan pedagang yang bersumpah dengan sumpah palsu,” (HR. Muslim: 106)


  Kewirausahaan yang baik menurut agama islam dapat menumbuhkan kebaikan baik didunia dan diakhirat kelak, Dan Bisnis bukan tentang Untung-Rugi tapi Surga-Neraka.