Sabtu, 21 November 2020

Manajemen Kewirausahaan Materi 4

 Sistematika Business Plan

Bisnis ? Bisnis adalah transaksi. Sebuah organisasi yang menyediakan barang dan jasa untuk menghasilkan keuntungan.

Business Plan itu adalah Sebuah Selling Document / Proposal Bisnis yang mengungkapkan daya tarik dan harapan sebuah bisnis kepada penyandag dana potensial. Yang ada didalam business plan yaitu :

  1. Deskripsi Bisnis
  2. Jenis Pelanggan / Sasaran Pasar
  3. Pesaing
  4. Sarana dan Prasarana
  5. Sumber Keuangan
  6. Pengelolaan Keuangan
  7. SDM Sebagai Pelaku Bisnis
3 Bagian Utama dalam Business Plan ;
  1. Konsep Bisnis, bidang industri, struktur bisnis, penawaran produk/jasa, cara mensukseskan bisnis.
  2. Pasar / Market, konsumen potensial, alasan pembelian, kondisi persaingan, posisi dalam persaingan.
  3. Rencana Keuangan, estimasi pendapatan, analisis break even.
Komponen Rencana Bisnis 
  1. Ringkasan Eksekutif 
  2. Deskripsi Bisnis 
  3. Strategi Pemasaran 
  4. Analisis Persaingan 
  5. Rencana Desain dan Pengembangan 
  6. Rencana Operasi dan Manajemen 
  7. Analisis Rencana Keuangan
Tiga Komponen Untuk Memulai Usaha Yaitu :
  • Peluang
  • Tim
  • Sumber Daya
Seorang  Enterpreneur harus bisa menyelaraskan 3 komponen tersebut.

 



Sabtu, 14 November 2020

Manajemen Kewirausahaan Materi 3

Business Plan ?
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

    Pada Blog kali ini saya akan membahas tentang business plan. Sebagian orang mungkin sudah tahu tentang business plan terlebih jika kita berprofesi sebagai seorang enterpreneur. Lalu apa sih Business plan itu?
    Business plan merupakan sebuah gudang ide-ide yang akan / ingin diraih. Tujuannya untuk apa? Bisa untuk diri sendiri sebagai Remainder dan juga Bisa untuk seorang investor atau Banker.
    Lalu apa perbedaannya Perencanaan Bisnis dan Rencana Bisnis ?
  • Dimensi struktur, Bisnis plan fokusnya ide bisnis, pemasaran, keuangan sumber modalnya dari mana. Sedangkan Perencanaan Bisnis itu Menyeluruh mencakum perkembangan struktur dan fungsi organisasi kedepannya
  • Dimensi Waktu, Dalam jangka waktu, rencana bisnis itu lebih ke jangka pendek. Sedangkan perencaan bisnis itu jangka panjang.
  • Dimensi Cangkupan, Bisinis plan sederna, Sementara perncanaan bisnis kompleks menyeleuruh.
Bagaimana menyusun Business Plan ?
  • Dalam mendelivery Massage harus singkat, jelas, dan padat.
  • Terorganisir, rapih dan berpenampilan menarik.
  • Hindari untuk melebih-lebihkan asumsi
  • Kemukakan Resiko Bisnis
Menetukan Target Penjualan :
  • Buatlah proyeksi keuangan yang realistis
  • Breakdown
  • Realistis, Bagaimana anda bisa mengkonversikan menjadi sebuah dokumen business plan.
  • Spesifik, Bagaimana merumuskan sasaran-sasaran secara spesifik.
Hal-hal yang mendasar yang tercantum pada Business Plan ;
  • Rencana bisnis kita diawali dengan Ide
  • Bagaimana ide kita menjadi sebuah jawaban atas kebutuhan, permintaan pasar, sehingga dapat menciptakan pasar baru.
  • Alasan bahwa kita adalah orang yang paling tepat dalam bisnis ini.
  • Cara bagimana anda mengembangkan bisnis anda
  • Sasaran pasar
  • Rincian Dana.

Itu saja yang dapat saya sampaikan sedikit tentang business plan, kurang-lebihnya mohon maaf. Semoga Bermanfaat.

Wassalmualaikum Wr.Wb.


Rabu, 04 November 2020

Manajemen Kewiraushaan Materi 2

 PEMETAAN RESIKO


Secara umum konsep Resiko selalu berkaitan dengan adanya ketidakpastian pada masa yang akan datang. Secara spesifik resiko didefinisikan sebagai adanya konsekuensi sebagai dampak adanya ketidakpastian yang memunculkan keugikan pada para pelaku usaha. dan sebaliknya konsekuensi yang memunculkan dampak yang menguntungkan tidak dianggap sebagai resiko karena itu adalah konskuensi yg positif dimana konsekuensi ini dianggap sebagai suatu keuntungan yang diharapkan.

Resiko akan selalu ada dalam kehidupan usaha kita sehari-hari. Intensitas resiko akan semakin meningkat manakala kita melakukan kegiatan bisnis. sebagai seorang wirausaha kita dituntut harus dapat mengambil keputussan resiko untuk medapatkan hasil yg diinginkan.

Jenis-jenis Resiko; 

1. Resiko Murni yaitu resiko yang muncul sebagai akibat dari sebuah situasi keputusan yag konsekuensinya adalah kerugian. Beberapa cintoh resiko murni yang sering muncul yaitu hilangnya aset, kecelakaan kerja, resiko akibat tuntutan hukum, resiko operasional lainnya, resiko bencana alam.

2. Resiko Spekulatif adalah resiko yang mucul akibat situasi keputusan yang bisa berubah keuntungan atau kerugian. Contohnya, resiko perubahan harga, resiko kredit,

Bentuk-bentuk kerugian akibat adanya resiko, terdapat dua jenis kerugian yaitu ;

1. Kerugian Langsung, yaitu jumlah nominal yang harus ditanggung akibat dampak langsung dari resiko yang dapat terjadi. Misalnya terjadi kebakaran/banjir.

2. Kerugian Tidak Langsung, yaitu nominal yang harus ditanggung akibat dampak tidak langsung dari resiko yng terjadi. Misalnya, kemungkinan potensi keuntungan yang gagal diterima akibat terjadinya resiko.

Bagaimana kita menghadapi resiko? Resiko tidak dapat dihindarkan. Yang harus kita lakukan adalah mengeelola dengan baik, kita dapat menggunakan prinsip pareto dari berbagai potensi resiko yang berhasil diidentifikasi. intinya adalah bagaimana kita dapat mengidentifikasi resiko-resiko yang ada ketika kita akan membuka usaha/bisnis sehingga dapat meminimalisir potensi kerugian yang akan terjadi.

Bagaimana kita menerapkan strategi dari pengelolaan resiko tersebut ;

1. Resiko dikontrol, yaitu upaya-upaya yang dilakukan agar probabilitas tejadinya resiko yg kita identifikasi menjadi berkurang. mengontrol resiko juga dimaksudkan untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi. Upaya yang dilakukan yaitu membuat rules pada perusahaan seperti berupa SOP agar usaha dapat dikendalikan dengan baik karena adanya aturan yang berlaku

2. Ditransfer kepada pihak lain, yaitu upaya-upaya yang secara sadar dilakukan dengan memindahkan resiko yang kita hadapi kepada pihak lain. seperti melakukan asuransi.

3. Resiko yang dihindari, yaitu tindakan yang secara sadar yg dilakukan untuk menghindari resiko yang terjadi.

Namun sebagai enterpreneur jika sering melakukan penghinadaran resiko akan mengalami kelambatan dalam pengembagan usaha karena bisa banyak kesempatan/peluang yang dilewatkan.